
Bila Spanyol adalah sebuah kata sifat, tanpa keraguan, saya akan mengatakan, ‘Spanyol adalah gairah’.
Di jalanan Seville, ibukota wilayah Andalusia, Spanyol, saya terpana. Petikan gitar, tepukan tangan, dan hentakan hak sepatu di permukaan trotoar menciptakan irama tersendiri yang sanggup menghentikan langkah saya dan orang-orang yang lalu lalang. Kami menyemut, mengerumuni perempuan dan lelaki yang sedang menarikan Flamenco di jalanan
Seperti tak terusik, perempuan yang rambut hitam panjangnya digelung dan disemati setangkai bunga merah besar, terus bergerak. Gaun hitam-merah yang mekar di bagian bawah melambai mengikuti liukan tubuhnya, terlihat seperti jilatan lidah api yang memancarkan gairah.
Pertunjukan flamenco jalanan meletupkan sebuah kata di benak saya. Gairah. Inilah kata yang tepat untuk mewakili apa yang saya pikirkan tentang Spanyol selama ini. Perjalanan saya di Spanyol adalah sebuah perjalanan bertemu dengan gairah yang tak kunjung padam.
1. Mainkan musiknya, goyangkan tariannya

Kesenian di Spanyol—tarian, nyanyian, musik, dan teater—adalah sesuatu yang membutuhkan gairah. Gerak, suara, dan ekspresi menggambarkan kekuatan hasrat. Flamenco, tarian tradisional yang menjadi identitas wilayah Andalusia merupakan perpaduan dari tiga kesenian: tarian, nyanyian, dan permainan gitar. Flamenco, kata Pilar—pemandu tur sepeda yang saya ikuti di Granada, meskipun ditarikan dengan gairah yang menggelegak, sebenarnya bisa saja menggambarkan kesedihan, menceritakan sebuah balada.
Menggambarkan kesedihan tanpa kehilangan gairah dan keindahan? Spanyol adalah salah satu bangsa yang sanggup melakukannya.
2. Mabuk tapas

Pilar memberi tahu, semua bar dan restoran di Granada memberikan tapas secara gratis setiap kali memesan minuman! Percaya atau tidak, justru itulah tradisi aslinya. Tapas diberikan cuma-cuma! Dan Granada adalah satu kota yang tetap menjaga tradisi itu.
Cerita tapas bermula dari kegemaran orang-orang Spanyol berkumpul, bercakap-cakap, dan bernyanyi bersama. Umumnya, mereka ngobrol sambil minum. Dulu, bar dan restoran di Spanyol tak sebersih sekarang. Untuk menghindari gelas minuman mereka dihinggapi atau dimasuki lalat, maka akan ditaruh sehelai roti, seiris tipis jamon Serrano (ham), atau sepotong keju yang difungsikan sebagai penutup gelas sekaligus kudapan! Penasaran apa arti tapa? Ya, tapa berarti penutup gelas!
Banyak hal berubah karena waktu. Sekarang, tak semua tapas diberikan dengan cuma-cuma, namun Spanyol tak kehilangan gairahnya menyajikan tapas beraneka rasa yang lezat!
3. Kejarlah ilmu sampai ke Córdoba

Córdoba adalah kota yang pada abad ke-10 justru merupakan magnet bagi banyak orang. Pada masa Islam berjaya di Spanyol, Córdoba menjadi ibukota Al Andalus. Saat itu Córdoba termasyhur karena gairahnya mengembangkan pendidikan dan beragam ilmu pengetahuan, termasuk pengobatan. Orang-orang datang kemari bukan hanya terpesona dengan kemegahan istana Abd al-Rahman III dan Madinah al-Zahara, melainkan juga untuk berunding dengan sang khalifah dan belajar banyak hal, termasuk mencari penyembuhan, sebagaimana yang dilakukan Raja Sancho dari León.
Note: Kalau ke Córdoba, singgalah ke Mosque-Cathedral of Córdoba (Mezquita) ini. Bangunan ini memiliki sejarah yang membuat saya menganga.
4. Kepada Gaudi saya memuja

Gairah Antoni Gaudi tertuang di setiap karyanya. Arsitek genius ini membuat bulu kuduk saya merinding setiap kali memasuki bangunan yang dirancangnya. La Sagrada Familia dan Park Güell menunjukkan hasrat dan kecintaan Gaudi kepada alam. Alamlah sumber inspirasi terbesarnya. Bangunan karya-karya Gaudi diakui memberikan pengaruh besar kepada wajah kota Barcelona hingga hari ini.

Note: Foto detail langit-langit Sagrada diambil dari sini.

Gara-gara melihat beberapa karyanya, saya pun resmi menyatakan diri sebagai penggemar berat Gaudi! Hail Gaudi!
5. Mengejar sepakbola
‘Jadi, elo nggak sama sekali nyobain tur stadium atau nonton sepakbola pas di Spanyol?’ tanya teman saya. Saya menggeleng. ‘Ah, nggak lengkap! You missed a thing!’ timpalnya lagi.
Spanyol dan sepakbola ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Para penggemar sepakbola menjadikan negara ini sebagai salah satu tempat yang harus dikunjungi. Bahkan, mereka yang tak menggemari sepakbola pun bisa terseret dalam arusnya. Mengikuti tur stadium, menonton pertandingan sepakbola, hingga berburu pakaian original klub-klub sepakbola papan atas Spanyol, seperti Barca dan Real Madrid.
Lalu ketika tiba-tiba saya ingin turut larut dalam kemeriahan final UEFA Champions League di Ibiza, Spanyol! Saya bukan penggemar sepakbola, tetapi saya ingin merasakan gairah itu! Saya pun tergoda untuk mencicipi hasrat berpesta semalam suntuk di sini. Ibiza, konon menyajikan wajah lain dari Spanyol. Coba kalian meramban di internet, masukkan kata kunci: Ibiza atau Ibiza Final buat yang doyan sepakbola.

Karena saya belum pernah ke Ibiza, foto ini diambil dari sini.
6. Tinto de Verano dan Calimocho! Cheers!

Tak ada kumpul-kumpul tanpa minum bagi penduduk Spanyol. Selain bir dan wine, minuman yang kerap menemani penduduk lokal Spanyol ketika sedang berkumpul adalah Tinto de Verano dan Calimocho. Tinto de Verano juga disebut summer red wine ini terbuat dari campuran anggur merah dan minuman berkarbonasi, seperti Fanta, sprite, atau 7up. Sama seperti namanya, biasanya disajikan pada musim panas. Sedangkan Calimocho adalah minuman yang merupakan campuran antara anggur merah dan cola. Keduanya adalah minuman favorit saya sewaktu di Spanyol!
Oh, no, I want a glass of Tinto de Verano now!
7. Festival di mana-mana!

Spanyol terkenal sebagai ‘The land of festivals’. Saya punya keinginan ikutan perang tomat di La Tomatina Festival kayak foto di atas. Festival-festivalnya berlangsung sepanjang tahun! Cek festival-festival yang berlangsung di Spanyol di sini. Superseru!
Then I know why my friend told me I should live here for one year at least.
8. Sejarah, lagu lama yang terus diputar

Mengunjungi kota-kota di Spanyol, sebut saja Granada, Córdoba, Seville, dan Barcelona, seperti memutar ulang lagu lama yang indah. Sebuah lagu lama yang terus diputar dan membuat pendengarnya turut bersenandung. Di Spanyol, saya melihat sebuah gairah membangun peradaban dengan menjadikan sejarah sebagai fondasi yang mengukuhkan sekaligus inspirasi.
Foto di atas adalah foto Al-Hambra di Granada pada malam hari. Dan yang di bawah ini adalah Plaza de Espana, Seville menjelang matahari terbenam. Kedua bangunan ini seperti menceritakan dongeng beradab-abad lalu.

9. F for fashion
They who love and are passionate about fashion will instantly go crazy in Spain! Godaan Zara, Mango, Bershka, dan Stradivarius tak akan pernah bisa diabaikan bila melihat harganya!

Nah, El Passeig de Gràcia adalah salah satu jalanan utama Barcelona di mana toko-toko dari merek-merek papan atas Spanyol bertebaran. Jalanan ini ibarat catwalk-nya para pencinta fashion.
Note: Foto dipinjam dari sini.
10. Manusia-manusia Spanyol
Hangat, ramah, dan memesona! Terlebih, merekalah yang membuat ‘gairah-gairah’ itu hidup sepanjang waktu! Guru bahasa Spanyol saya bilang di negara ini, berbicara pun harus menunjukkan gairah, dari intonasi sampai gerak tubuh!

Note: Kami bertiga bukan orang Spanyol, melainkan orang Indonesia yang jatuh hati kepada Spanyol! 🙂
Gairah-gairah yang saya temui di Spanyol membuat saya menginginkan lebih. Saya ingin kembali ke sana dan melihat lebih banyak. Saya ingin melihat padang bunga matahari, ikutan perang tomat di La Tomatina , mencicipi lebih banyak makanan lokal, ikut kelas bahasa Spanyol, bahkan penasaran ingin melihat lapangan sepakbola yang ada di atas pantai di Ibiza!
Punya gairah yang sama dengan saya? Coba gabung di sini. Siapa tahu kita bisa ke Ibiza dan bertualang bareng di sana! Kalaupun kamu yang dipilih @HeinekenID untuk #RoadtoIbizaFinal, tolong ceritakan dengan tak kalah bergairah tentang petualanganmu di negeri penuh gairah ini. Saya akan mendengarkan dengan menyesap bergelas-gelas Tinto de Verano! OK, amigos?
*) Semua foto (kecuali yang disebutkan sumbernya) adalah koleksi pribadi.