soal sebuah ruang temu

saya, kira-kira sejak punya blog, sering mendapatkan email yang bertanya berapa harga satu post tulisan di blog saya.

biasanya itu saya jawab singkat, ‘blog saya tidak dikomersilkan.’

beberapa teman bertanya mengapa saya sekeras kepala itu soal blog? padahal membuat sebuah post bukan hal yang merugikan karena imbalan yang diterima untuk tulisan itu cukup buat menambah pundi tabungan jalan-jalan saya.

saya tidak bermaksud sombong atau menolak rezeki. namun, saya juga termasuk orang yang percaya ada hal-hal yang datang kepada kita untuk mengingatkan soal nilai-nilai yang kita yakini. saya membuat blog untuk belajar menulis, untuk memperpanjang ingatan saya, juga untuk mengingatkan saya soal kesenangan selagi menulis.

blog adalah ruang temu yang saya ciptakan untuk diri saya sendiri. saya izinkan yang lain melongok, melihat saya berproses dan bergumul dengan kedirian saya. saya menulis apa yang saya gelisahkan, juga apa yang saya sukai. pada ruang yang seperti ini, saya tak punya referensi nilai dalam nominal. karenanya, daripada saya salah meletakkan angka, maka sebaiknya memang ia tak perlu punya ‘nilai’.

ini ruang temu yang terbuka. kunjungi saya sewaktu-waktu bila kalian ingin, tanpa ada sisipan, sebagaimana seorang kawan (kurang) akrab datang tanpa saya mencurigai ia sedang melebarkan jaring mlm-nya. [13]

Author: windy ariestanty

a writer who loves traveling and falling in love with places she hasn't visited and people she hasn't met. she thinks that she is the wind.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *