“Pulang” Bersama LIFE TRAVELER-nya @windyariestanty

terima kasih untuk review-nya. selamat pulang.

ndienadia:

Kalian tahu apa yang dimiliki para perantau? Kami punya rindu. Rindu akan rumah, rindu untuk pulang.

Kalian tahu apa yang dimiliki para perantau? Kami punya LEGA saat akhirnya bertatap muka.

quotes by: ME

Berkemas: Saya tak akan bisa menyerap apa pun bila tak membiarkan diri saya kosong.

Love is a ‘place’ that we keep visiting again and again. It annoys us to no end. And for something like this, we may call it ‘home’.

The most important trip you may take in life is meeting people halfway. – Henry Boye

Kalau kita sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seperti kata Paulo Coelho, semesta akan berkonspirasi mewujudkannya.

LIFE TRAVELER


Jadi mungkin nggak perlu banyak alasan lagi kan kenapa saya suka buku (sang penulis mengistilahkan sebagai travelogue) karya WINDY ARIESTANTY ini.. Karena saya merantau, dan travelogue ini bikin saya jadi lebih punya banyak pandangan tentang pulang.

Windy jalan-jalan ke banyak negara di buku ini. Asia Tenggara, Eropa, Amerika Serikat.. . Mulai dari ‘kabur dari rutinitas sehari-hari’ a.k.a liburan, sampai perjalanan kerja yang ajaibnya masih bisa disisipi ‘liburan’. Asyik! *iri*

Yang seru dari buku ini, Windy tuh bisa merasakan hal yang sangat sederhana ternyata maknanya kadang luar biasa. Contohnya dalam Satu Malam di O’hare, Windy bisa ‘memahami konsep baru tentang rumah’ dari seorang nenek pelayan cafe 24 jam di bandara. Simple as, nunggu pesawat, istirahat di cafe, ngobrol sama nenek-nenek, dapat konsep baru tentang ‘rumah’. Nah, kalau bukan Windy, mungkin obrolan itu jenis obrolan basa-basi yang nggak bisa ditangkap nilainya. Windy menangkapkan nilai itu, jadi kita tinggal baca. Wow, kan?

Read More

sebuah surat hangat dari paris


Dear Windy,

Selamat malam dari Paris.

Apa kabar? Sedang menulis tentang apa sekarang, Windy?

2 Hari yang lalu Mar mendapat tamu yang sudah kenal Mar dari buku Windy. Wah, pengalaman istimewa bersama tamu yang baru saya salami tetapi sudah tahu semua rahasia hati Mar karena buku Windy.

Tamu ini , wanita muda, bilang dia senang saat tahu Mar yang di buku Windy akan jadi pemandunya.

Mar sangat bersyukur pada Windy dan dapat kesempatan bertemu dengan Windy , tetapi yang paling menyenangkan Mar adalah bahwa tamu ini bilang buku Windy laris manis dan jadi bestseller! WAUW BERITA GEMBIRA!!!!

Betapa senang Mar mendengar itu! Semoga selalu sukses ya Windy. Ingat, selalu menulis dengan hati ya!

Januari kemarin kami kembali ke Ranah Minang untuk melukis. Kali ini kami membawa bahan lukisan. Mar bahagia sekali bisa melukis keindahan Indonesia yang saya cintai. Terlampir salah satu foto saat melukis dan foto saat bahagia di rumah gadang.

Perasaan dan cinta Mar untuk Indonesia masih sama dan masih sedang mati rindu di Paris sesudah pulang dari Sumatra. Makin lama dan makin sering ke Indonesia, makin dalam cinta saya ini sampai kembali ke Paris terasa seperti pergi merantau.

Ampun rindunya ke keluarga saya, termasuk Windy.

Bagaimana dengan Windy? Doa Mar baik-baik saja kabarnya.


Salam hangat dari Paris,

Mar





penyalamatahari: ulik #editorstory bersama sundea

saya mencandu deadline.

buat saya deadline adalah teman terbaik saya, yang membuat saya melakukan pencapaian-pencapaian. saya sempat mengobrol tentang hal ini dengan sundea dari salamatahari.

kalau kalian sedang berjalan-jalan dan kebetulan lewat atau singgah di rumah saya ini, silakan menguping obrolan kami tentang kerja seorang editor di http://www.salamatahari.com/2012/04/editorstory-windy-ariestanty.html

ah! dan jangan ragu untuk masuk ke rumah ini. pintunya tidak saya kunci. jendela pun saya biarkan terbuka. saya tahu, mungkin seorang pejalan akan singgah di sini untuk rehat sejenak sambil berbincang.

salam hangat dari si rumah 13.

DATE A GIRL WHO WRITES

DATE A GIRL WHO WRITES