kisah cinta #1 *)

image

 

Jadi begini. Aku akan memulai cerita dengan menegaskan kepadamu; tidak semua kisah cinta di muka bumi berjalan baik, bahagia, dan tanpa pengkhianatan.

***
TEMANKU datang pada suatu malam dengan mata sembab. Ia mengaku sudah berhari-hari susah tidur dan kehilangan semua gairah. Lelaki yang dinikahinya sejak tiga tahun lalu kedapatan selingkuh. Ia dengan penuh kesadaran memutuskan untuk bercerai. Surat cerai sudah ia layangkan seminggu sebelum ia tiba-tiba muncul di rumahku.

‘Kau sudah memutuskan?’ tanyaku pelan-pelan. Ia mengangguk. Ia tak merasa perlu mempertahankan seseorang yang sudah tak memperjuangkannya juga katanya. Berita yang ia bawa mengejutkanku. Kupikir selama ini semua baik-baik saja. Aku sebenarnya kurang paham mengapa orang harus berselingkuh. Kenapa tak katakan saja dengan terang-terangan bahwa kau jatuh cinta kepada yang lain. Kau tak perlu bersembunyi. Kau tak perlu jadi pengecut. Tentu akan terasa sakit. Namun, rasa-rasanya lebih sakit disodori kenyataan pahit yang kau ketahui dari orang lain. Ini terasa seperti pengkhianatan bertubi-tubi.

Aku sering pikir mengapa ketika jatuh cinta kita berani mengatakannya, tetapi ketika sudah tak cinta, kita menjadi begitu penakut mengatakannya?

Continue reading “kisah cinta #1 *)”

• the beauty of simplicity 2 – we read therefore we are •

i love to see them building their own world through reading. this is another my fave shot in the golden land.

kindly captured with my sony dsc-rx100.

#yangon #myanmar #southeastasia #sea #asia #travel

• the beauty of simplicity •

i actually didn’t want to post this photo to my ig. this shot isn’t perfect perhaps. this shot is lack of techniques in photography. but somehow this is one of my fave shots in #myanmar. i just showed it to several people, told them how much i loved her expression. told them that everytime i saw this picture i would smile.

the story behind this picture wasn’t heroic, it was just an auspicious coincidence. i was sitting at the bus station near sule pagoda in #yangon, #myanmar, waiting for my friends. we wanted to go to the market after pacing in some alleyways of the city of yangon. there, in front of me, was a bus full of novices. they were about to go back to their monastery after visiting the pagoda.

she was there, sitting in silence meanwhile the temperature on that day was over 40 degree celsius and the bus had no air conditioner. some of her friends read books, some talked to each other with a low tone of voice.

i snapped without looking at my camera’s screen. i just didn’t want to lose her expression–the expression that reminds me of the reason why i am in love with #myanmar.

myanmar is beautiful in its simplicity. just like her.

#southeastasia #sea #asia #travel

thanks to my sony dsc-rx100 for capturing this picture.

april dan hal-hal yang belum selesai

 

April sudah lewat, namun ia masih menyisakan hal-hal yang belum selesai.

ORANG pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun adalah papa saya. Bagaimana tidak, ia salah hari. Ia mengirimi saya SMS selamat ulang tahun pada 1 April—dua hari lebih cepat dari hari jadi saya, yang sama sekali tak saya balas.

Pada hari ulang tahun saya, ia kembali berkirim SMS, beralasan bahwa ia sengaja mengirimkan ucapan selamat sejak tanggal 1 April karena khawatir ketika hari ulang tahun saya tiba, saya tidak menerima SMS-nya sebab berada di tempat yang tak ada sinyal. Continue reading “april dan hal-hal yang belum selesai”

[ belum punya judul ]

image

 

tadi pagi sewaktu memeriksa foto-foto perjalanan ke jepang tiga tahun silam, saya terantuk di foto ini. 

tak ada yang istimewa pada foto ini. tapi, saban melihatnya, saya jadi teringat alasan mengapa saya memotret patung bayi bertopi merah yang mengelilingi patung dewi kesuburan jepang di sebuah kuil yang tak saya ketahui namanya, di sekitaran asakusa, tokyo.  Continue reading “[ belum punya judul ]”

sadar takut

image

 

Saya termasuk orang yang percaya, rasa takut yang muncul ketika sedang melakukan sesuatu merupakan indikasi bahwa apa yang tengah saya kerjakan adalah hal besar.

 

PADA April 2012, saya diundang menjadi pembicara untuk sebuah konferensi internasional di Kuala Lumpur, Malaysia. Konferensi ini membahas soal dunia perjalanan dan pengembanganindustri pariwisata. Tanpa berpikir panjang, saya mengiakan. Tentu saja sifat
saya yang satu ini sering membuat saya berhadapan dengan banyak ‘tantangan’,
kalau tak mau disebut ‘persoalan’. Sama seperti yang terjadi saat itu. Continue reading “sadar takut”

cinta basa-basi

pada hari cinta tak semua kisah cinta harus dikisahkan manis. ini soal cinta yang lain, yang seolah-olah cinta. cinta basa-basi.

aku menahan-nahan diri menceritakan hal ini. namun, pagi ini, sehabis membereskan rak buku dan menemukan kenangan-kenangan berdebu, kupikir, ada baiknya kuceritakan.

kawanku, seorang lelaki yang baik hati. ia mudah memberi dan suka sekali menyenangkan orang. kurasa ini kelebihan sekaligus kekurangannya. kisah cintanya tak pernah berakhir beres. aku tak paham mengapa bisa begitu. mungkin ini sama dengan hipotesis terbaru di dunia kedokteran soal penyakit kanker sebagaimana yang diceritakan raditya dika kemarin petang dalam perjalanan pulang kami ke jakarta. kata raditya dika ada penelitian baru yang mengatakan bahwa kanker diidap seseorang karena faktor dia kurang beruntung. ada sel yang memang jahat dan sel itu secara acak ada di tubuh orang-orang yang dikategorikan ‘bad luck’.  Continue reading “cinta basa-basi”