
Jadi begini. Aku akan memulai cerita dengan menegaskan kepadamu; tidak semua kisah cinta di muka bumi berjalan baik, bahagia, dan tanpa pengkhianatan.
***
TEMANKU datang pada suatu malam dengan mata sembab. Ia mengaku sudah berhari-hari susah tidur dan kehilangan semua gairah. Lelaki yang dinikahinya sejak tiga tahun lalu kedapatan selingkuh. Ia dengan penuh kesadaran memutuskan untuk bercerai. Surat cerai sudah ia layangkan seminggu sebelum ia tiba-tiba muncul di rumahku.
‘Kau sudah memutuskan?’ tanyaku pelan-pelan. Ia mengangguk. Ia tak merasa perlu mempertahankan seseorang yang sudah tak memperjuangkannya juga katanya. Berita yang ia bawa mengejutkanku. Kupikir selama ini semua baik-baik saja. Aku sebenarnya kurang paham mengapa orang harus berselingkuh. Kenapa tak katakan saja dengan terang-terangan bahwa kau jatuh cinta kepada yang lain. Kau tak perlu bersembunyi. Kau tak perlu jadi pengecut. Tentu akan terasa sakit. Namun, rasa-rasanya lebih sakit disodori kenyataan pahit yang kau ketahui dari orang lain. Ini terasa seperti pengkhianatan bertubi-tubi.
Aku sering pikir mengapa ketika jatuh cinta kita berani mengatakannya, tetapi ketika sudah tak cinta, kita menjadi begitu penakut mengatakannya?




