meregang

aku nyaris lupa soal ini sampai kemudian aku membaca ulang percakapan-percakapanku dengan perempuan hebat itu. perempuan yang memiliki hati lapang dan cinta tanpa takaran.

‘mengapa kau cemas soal apa yang harus kau lakukan bila kontainermu penuh?’ katanya. ‘kontainermu tak akan pernah penuh bila kau belajar meregang, sebagaimana yang dilakukan para perempuan hamil, windy.’ perempuan hamil selalu mengira perutnya sudah cukup membuncit dan tak akan lebih membesar lagi pada kehamilan enam sampai tujuh bulan. namun kenyataannya, uterus dan badannya terus meregang, memberi ruang kepada manusia di dalam dirinya. Continue reading “meregang”

kecewa

saya kurang tahu bagaimana menyampaikan rasa kecewa saya dengan baik selain diam dan mengambil jarak.

saya hanya butuh berjarak dan diam sebentar, mungkin juga sedikit lebih lama. pada jeda yang sebentar, biasanya itu hanya upaya untuk menahan diri agar tak mengumbar kata-kata yang tak perlu. pada waktu yang lebih panjang, biasanya saya menimang-nimang tindakan apa yang sebaiknya saya lakukan.

pada kekecewaan yang terlalu mendalam, saya sebenarnya sangat takut menghadapi diri saya. saya bisa menjelma menjadi orang yang tidak peduli. mati rasa. ini sisi yang mengerikan. sebab, ini yang saya pahami; lawan dari cinta, bukanlah benci, melainkan tidak (lagi) peduli. [13]

SATURDAY MORNING AT PETAK 9 with @jktonfoot.

Enjoying your morning dose of coffee at the 1972’s Kopi Es Tak Kie. Wandering around the picturesque Gang Gloria, Pancoran, and Jalan Kemenangan. Flashing your smile to those you meet along the way more often than flashing your camera. Letting your senses guide you around the multicultural neighborhood, as you’re exploring various stalls offering authentic foods, local drinks, and traditional herbs…

If it sounds like something you’d like to have on your Saturday morning, just bring your smile and curiosity this Saturday (17 May) to Glodok TransJakarta shelter, at 8 am. You’ll meet novi kresna murti (@novikresna), hanny kusumawati (@beradadisini), and i who will wander around with you and open ourselves up to embrace this part of the city on foot for about 2 hours.

ibiza: sebuah wawancara imajiner w dengan W

Ibiza ternyata tak hanya pantai dan pesta. W (baca: w besar) menceritakan kepada w (baca: w kecil) hasil merambannya di dunia maya dan apa yang akan dilakukannya bila ia berada di Ibiza lewat sebuah wawancara imajiner.

(catatan: tulisan yang ditebalkan adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan w)

Baca tulisan terbaru di blog lo soal Spanyol. Di situ lo bilang, lo pengin ke Ibiza. Kenapa? Yang gue tahu, kan, lo nggak suka pantai. Continue reading “ibiza: sebuah wawancara imajiner w dengan W”

spanyol adalah gairah

image

Bila Spanyol adalah sebuah kata sifat, tanpa keraguan, saya akan mengatakan, ‘Spanyol adalah gairah’.

Di jalanan Seville, ibukota wilayah Andalusia, Spanyol, saya terpana. Petikan gitar, tepukan tangan, dan hentakan hak sepatu di permukaan trotoar menciptakan irama tersendiri yang sanggup menghentikan langkah saya dan orang-orang yang lalu lalang. Kami menyemut, mengerumuni perempuan dan lelaki yang sedang menarikan Flamenco di jalanan Continue reading “spanyol adalah gairah”