cinta basa-basi

pada hari cinta tak semua kisah cinta harus dikisahkan manis. ini soal cinta yang lain, yang seolah-olah cinta. cinta basa-basi.

aku menahan-nahan diri menceritakan hal ini. namun, pagi ini, sehabis membereskan rak buku dan menemukan kenangan-kenangan berdebu, kupikir, ada baiknya kuceritakan.

kawanku, seorang lelaki yang baik hati. ia mudah memberi dan suka sekali menyenangkan orang. kurasa ini kelebihan sekaligus kekurangannya. kisah cintanya tak pernah berakhir beres. aku tak paham mengapa bisa begitu. mungkin ini sama dengan hipotesis terbaru di dunia kedokteran soal penyakit kanker sebagaimana yang diceritakan raditya dika kemarin petang dalam perjalanan pulang kami ke jakarta. kata raditya dika ada penelitian baru yang mengatakan bahwa kanker diidap seseorang karena faktor dia kurang beruntung. ada sel yang memang jahat dan sel itu secara acak ada di tubuh orang-orang yang dikategorikan ‘bad luck’.  Continue reading “cinta basa-basi”

some people told me that christmas market in vienna, austria, is one of the most beautiful ones in the world. and it’s true. but, the thing that i miss the most about christmas is the santa whom i met when i was 6 years old and told me that i was the one who should take responsibility to make all my dreams come true. merry christmas and happy holidays, everyone!

perpisahan yang baik #2

satu kali kau perlu melakukan hal bodoh dan gila untuk seseorang yang kau sukai.

AKU sudah sampai di Paris.

Saya yang sedang memainkan ponsel terkejut melihat pesan lewat aplikasi whatsapp itu muncul di layar. Pesan dari teman yang pernah saya ceritakan di sini. Tergesa saya membalasnya. ‘Seriously?

Ya. Sedang menunggu koper. Dari bandara sini menuju Paris, aku naik apa?

‘Dia tidak menjemputmu?’ Continue reading “perpisahan yang baik #2”

raditya dika dan pertanyaan trivia quiz-nya

Sore itu, Raditya Dika, si penulis komedi, datang sambil tersenyum malu-malu kucing ke kubikel saya.

Tata, salah satu anak Bukune yang ada di depan saya sudah menahan senyum sejak tadi. Sebelum Radith menghampiri kubikel saya, Tata sudah lebih dulu keluar dari ruangan Bukune dengan ekspresi menahan tawa. Tata menceritakan apa yang barusan terjadi di dalam. Continue reading “raditya dika dan pertanyaan trivia quiz-nya”

perpisahan yang baik

Tadi pagi saya terbangun dengan kepala pening dan mata berkunang-kunang. Seorang teman membangunkan saya lewat panggilan internasional. Suaranya terdengar gelisah.

‘Apa artinya kalau pacarmu mulai tak rajin menghubungimu?’

Saya memejamkan mata rapat-rapat, berusaha mengumpulkan kesadaran. ‘Ulangi kalimatmu.’ Suara saya terdengar parau. Saya berusaha menggapai botol minum yang saya letakkan di sebelah tempat tidur.

‘Dia belakangan jarang menghubungiku. Hanya akan merespons kalau aku yang duluan menghubunginya. Itu juga pendek-pendek.’

‘Hm. Seberapa sering?’ Continue reading “perpisahan yang baik”